Menteri Pendidikan ajak pelajar jadi kreator

Menteri Pendidikan ajak pelajar jadi kreator

Palembang (ANTARA News) - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Anies Baswedan, mengajak pelajar peserta Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional menjadi kreator, yakni orang yang memiliki ide baru dan gagasan baru.

"Kemampuan imajinasi sangat dibutuhkan, karena kemampuan imajinasi yang tumbuh dan berkembang sehingga dapat memberikan solusi-solusi kreatif atas masalah apapun akan dihadapi di masa depan," kata Anies Baswedan saat membuka langsung Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) di Palembang, Senin.

Menurut menteri, seni akan memberikan perbedaan, karena seni bukan matematika atau ilmu pengetahuan, seni mengarahkan kepada orang pada banyak jawaban dari pertanyaan yang sama.

"Saat kita melakukan aktifitas maka akan banyak kreatifitas yang muncul," katanya.

Untuk itu para pelajar harus jadi kreator, dengan mengekspresikan seni kreasi bukan ekspresi seni imitasi. Sama baca pantun orang lain, dipelajari lalu dibaca ulang itu adalah imitasi tapi kreasi, kata Anies Baswedan.

Ia berharap, para pelajar menjadikan ajang Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional menjadi ajang berkompetisi dan ekspersi seni yang originil, kreatifitas ekspresi seni sehingga menciptakan generasi berkarakter kreatif untuk Indonesia ke depan.

Sementara, para pelajar juga dapat memanfaatkan ajang ini untuk berinteraksi dan saling menginspirasi karena inspirasi tidak hadir dari dalam isolasi, meditasi, tapi melalui interaksi, serta inspirasi kreatif menimbulkan dapat inovasi."

Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional yang diikuti oleh 2.619 siswa dari seluruh Idonesia dijadwalkan mulai tanggal 23-29 Agustus 2015 menampilkan festival kreasi seni dan perlombaan seni pelajar seluruh indonesia.

Editor: Tasrief Tarmizi

COPYRIGHT © ANTARA 2015

Berita Lainnya
08/06/2017 - 07:49 AM   Dibaca: 27 kali

Komentar Berita

APA KOMENTAR ANDA...???
Nama Lengkap:
Komentar Anda:
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.